Tanah Putra Bumi Turang

Tanah Karo seribu cerita dan Seribu eksotika

berastagi…mbergeh2 mbue kenangen

LATAR BELAKANG
Berastagi sudah di kenal sejak zaman Belanda. Hal ini bisa kita lihat dan dapat kita buktikan dengan banyak nya bangunan bergaya eropa sebagai warisan zaman kolonial. Dengan kesejukan dan keindahan alamnya yang berada di kawasan pegunungan Bukit Barisan serta diapit oleh dua gunung berapi yakni Sibayak dan Sinabung. Maka melihat letak geografisnya yang sangat berpotensi sebagai lahan pertanian, maka tidak salah lagi kalau Berastagi pernah di juluki sebagai daerah penghasil sayur mayur bunga dan buah dan sebagai kota Wisata Kondisi tersebut ternyata dibarengi dengan kerahmah tamahan masyarakatnya yang terdiri dari berbagai suku, bangsa, ras dan agama. Namun keberagaman tersebut ternyata berdampak positif sehingga terjalinnya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakatnya. Bagaikan sebuah taman dimana tumbuh beribu bunga berwarna warni. Bahkan pada tahun 1991 masuk dalam Visit Indonesian year (Tahun Kunjungan Wisata) dan Visit Asean Year 1992 menamabah citra Berastagi sebagai daerah tujuan wisata bertaraf Internasional. Namun kesemuanya itu tidak bertahan lama, Di pandang dari sudut realitas masa kini Berastagi sebagai kota wisata, penghasil sayur mayur, bunga dan buah, serta keindahan alamnya tinggal kenangan. Mewabahnya penyakit social masyarakat seperti judi, narkoba prosttitusi, pornografi dan porno aksi akan mengakibatkan pergaulan bebas di kalangan remaja. Tingginya angka pengangguran yang diakibatkan oleh berkurangnya lahan pertanian akibat pembangunan hotel dan Villa dan hancurnya pariwisata Berastagi yang diakibatkan perusakan lingkungan, kesembrawutan dimana mana, merajalelanya premanisme, jelas menjadikan ketenteraman masyarakat terganggu dan ujungnya wisatawan pastilah akan enggan untuk datang. Melihat kondisi tersebut timbul sebuah pertanyaan apakah kondisi tersebut merupakan kehendak alam atau kesalahan manusianya?

BERDIRINYA IMBESTAR Berangkat dari kondisi objektif Berastagi tersebutlah munculnya gagasan dari beberapa mahasiswa yang berasal dari Berastagi untuk melakukan refleksi bersama pada tahun 2003. Kesimpulannya adalah kondisi tersebut timbul bukan atas kehendak alam, namun semata mata merupakan akibat ulah manusia (human error). Menyikapi kondisi tersebut maka muncul gagasan untuk melakukan sebuah perubahan. Maka sudah selayaknya setiap perubahan di masyarakat haruslah dimulai dari sebuah generasi baru, generasi muda. Namun sangat disayang kan ternyata generasi muda kita pun sedang dilanda tidur panjang dan mimpi indahnya akibat pengaruh zaman global, sehingga merekapun lupa akan tugasnya sebagai penerus dan pewaris zaman, dan bahkan terbutakan matanya dengan kondisi yang terjadi di tengah tengah masyarakatnya. Terlebih lagi para mahasiswa yang sering mengaku aku dirinya sebagai intelektual-intelektual muda, pemikir dan pejuang. Maka berbekal kemauan dan tekad yang keras disertai dengan berbagai perjuangan dan pengorbanan,walau dengan kondisi yang sangat memprihatinkan sehingga pada tanggal 19 Maret 2005 di Aula Kampus Amik MBP Medan diadakan Mubes I mahasiswa Berastagi, dan terpilihlah pengurus pertama yakni periode 2005-2006 sekaligus di deklarasikanlah sebuah organisasi mahasiswa yang berasal dari Berastagi yakni IKATAN MAHASISWA BERASTAGI SEKITAR (IMBESTAR). Dalam pergerakannya IMBESTAR memiliki corak dan warna tersendiri, yang membedakan dirinya dengan organisasi organisasi lainnya. Dari kondisi yang digambarkan diatas maka posisi Imbestar berada di tengah tengah masyarakatnya sebagai pendongkrak kemandulan berfikir yang telah menyusupi kita sejak sekian lama. Terlebih lagi dengan ketiadaan upaya pemerintah dalam merekonstruksi keadaan tersebut. Dalam pergerakannya Imbestar menempuh cara dialogis dengan pemerintah dan masyarakat, serta melakukan aksi nyata baik pendidikan, social dan keagamaan, budaya, pertanian, pariwisata, kebersihan dan lingkungan hidup, politik dan hukum serta bidang lainnya. Mengingat usia Imbestar yang masih sangat muda maka sampai saat ini pergerakan tersebut diawali dengan bidang pendidikan, social dan keagamaan dan lingkungan hidup. Dan masih melakukan dialog dengan pemerintah. Kemudian tanggal 27 Juli 2006, diadakan Mubes II di Taman Mejuah Juah Berastagi dan menghasilkan beberapa keputusan penting diantaranya terpilihnya pengurus yang baru periode 2006-2007

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: